Buku ini menghadirkan kumpulan puisi tiga babak yang ditulis oleh seorang pengacara, lahir dari perpaduan antara disiplin berpikir hukum dan kebutuhan untuk merawat ruang batin. Di tengah rutinitas yang serba terstruktur, puisi menjadi medium untuk mencatat hal-hal yang sering kali tidak terwakili dalam bahasa formal seperti rasa, jeda, dan renungan yang muncul di sela kesibukan.
Babak pertama berfokus pada relasi dengan manusia. Pada babak ini, penyair menyoroti dinamika hubungan personal dari percakapan yang tertunda, pertemuan yang singkat, hingga kedekatan yang hadir lewat pengalaman sehari-hari. Puisi-puisi dalam babak ini menggambarkan bagaimana interaksi antarmanusia dapat membentuk cara seseorang memahami dirinya dan lingkungannya.
Babak kedua mengeksplorasi relasi dengan alam. Melalui sudut pandang yang tenang dan observatif, penulis mengajak pembaca memperhatikan kembali detail-detail yang kerap terlewat seperti suara hujan, gerak angin, dan ritme alam yang memberikan keseimbangan di tengah tekanan hidup modern. Babak ini menjadi pengingat bahwa alam tidak hanya latar, tetapi juga ruang yang mempengaruhi cara kita berpikir dan merasakan.
Babak terakhir menyoroti relasi dengan dunia, lebih tepatnya tentang bagaimana seseorang menempatkan dirinya dalam arus perubahan, tuntutan sosial, dan harapan pribadi. Bagian ini menghadirkan refleksi mengenai cara kita membaca realitas dan meresponsnya secara lebih sadar. Dengan keseluruhan struktur dan tema yang saling terhubung, buku ini menjadi medium pendalaman diri yang penting bagi siapa pun yang ingin memahami relasi-relasi dasar kehidupan dengan lebih jernih dan terarah.
| Berat | 0.5 kg |
|---|---|
| Dimensi | 14x 21 cm |
| Format | Softcover |
| Jumlah Halaman | xii+121 |
| ISBN | masih dalam proses |
| Penerbit | RMbooks |
| Penulis | Kurnianto Purnama, S.H., M.H. |
| Tahun Terbit | 2025 |









Ulasan
Belum ada ulasan.