Menko Airlangga : 800 Ton Oksigen Dalam Perjalanan Menuju Jawa

Jakarta, rmbooks.id – Badai covid-19 pasti berlalu, demikian pastinya doa seluruh rakyat Indonesia, tapi itu harus tetap ditopang dengan usaha oleh semua pihak secara cepat dan tepat.

Melalui @airlangga_hrt, Kamis (8/7) Menko Airlangga sampaikan, sejumlah upaya terus dilakukan untuk menangani lonjakan kasus Covid-19 yang tengah terjadi di tanah air.

“Salah satunya dengan memastikan pasokan oksigen aman,” tambahnya.

Dia jelaskan terdapat 800 ton oksigen yang sedang dalam perjalanan dari Batam untuk memenuhi kebutuhan di Pulau Jawa. Selain itu juga ada 500 ton yang terbagi dalam 21 unit iso tank oksigen dari Morowali, Sulawesi Tengah.

“Selain mengalihkan stok oksigen dari luar Jawa, juga telah dikerahkan seluruh fasilitas guna memproduksi oksigen untuk medis,” urai dia.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini sampaikan, pemerintah juga akan membuka opsi untuk mendatangkan oksigen ke dalam negeri karena ini masuk pada kebutuhan yang diminta BNPB guna menangani pandemi di tanah air.

Anak Menteri Hartarto ini berharap, semua lembaga maupun perusahaan yang terlibat dapat bekerja sama agar kita dapat memenuhi kebutuhan oksigen di masyarakat yang saat ini tengah tinggi.

Selang beberapa menit, @airlangga_hrt dapat tanggapan dari @rsw_andi, “Sehat terus Pak Airlangga, mudah-mudahan covid ini bisa segera teratasi,” sesuai harapan Menko Airlangga

Diberitakan bbc.com Rabu (7/7) bahwa rumah sakit dan pasaran dalam kondisi kritis terkait pasokan oksigen di rumah sakit dan pasaran seiring peningkatan kasus Covid-19 yang terus memecahkan rekor. Bahkan, pasien baru dengan gangguan pernapasan ditolak oleh beberapa rumah sakit.

Selanjutnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan katakan kini mengalihkan 100% oksigen industri untuk kesehatan dan telah menyiapkan skenario terburuk jika kasus penularan meningkat hingga 40 ribu atau lebih untuk suplai oksigen, obat, rumah sakit dan kebutuhan lainnya.

Pada sisi lain, menurut Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, ketika pemerintah tidak mampu mengantisipasi rekor peningkatan covid dan potensi kelangkaan sarana penunjangnya menyebabkan stok oksigen berkurang.

Dia tambahkan, IAKMI dan ahli kesehatan memprediksi akan terjadi kenaikan kasus covid-1 tiga kali lipat pada Juni-Juli 2021, yang itu disampaikan ke pemerintah dari awal tahun 2021 akibat akses keramaian.

Menurut Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), kelangkaan oksigen disebabkan tingginya permintaan, proses distribusi ke rumah sakit yang membutuhkan waktu, hingga keterbatasan jumlah tabung oksigen.