Tanjungpandan — Buku kumpulan puisi berjudul “Puisi Sang Pengacara” terbitan RMBooks karya Kurnianto Purnama resmi diluncurkan di SMAN 1 Tanjungpandan, Senin (12/01/2026).
Acara dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Belitung Vina Cristyn Ferani, SE, anggota DPRD Willyanto, serta pendidik, dan siswa SMAN 1 Tanjungpandan.
Kehadiran pejabat daerah menandai dukungan terhadap kegiatan literasi dan pengembangan karya sastra di Belitung.
Kepala SMAN 1 Tanjungpandan, Jantimala, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Kurnianto yang merupakan alumni di SMA yang dia pimpin.
Ia mengharapkan peluncuran buku tersebut mampu memantik budaya literasi di lingkungan sekolah serta mendorong siswa untuk berani mengekspresikan gagasan dan nilai kemanusiaan melalui karya sastra.
“Di tengah kesibukannya sebagai pemgacara, Pak Kurnianto masih bisa meluangkan waktu menulis puisi. Ini menjadi inspirasi bagi kami, khususnya bagi anak-anak kami untuk pengembangan literasi di SMAN 1 Tanjungpandan,” ujar Jantimala.
Vina Cristyn Ferani, Ketua DPRD Kabupaten Belitung, mengapresiasi karya Kurnianto Purnama yang menurutnya mampu memberi inspirasi dalam mengembangkan budaya literasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Vina mengajak para siswa menjadikan membaca buku sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
“Mari jadikan membaca buku itu lifestyle. Jangan hanya ngopi dan nongkrong saja yang jadi gaya hidup, tapi membaca buku juga harus jadi sesuatu yang keren,” katanya.
Dalam acara launching buku, Kurnianto Purnama menyerahkan buku Puisi Sang Pengacara secara simbolis kepada tokoh yang hadir, pendidik, dan perwakilan siswa.
Melalui buku ini, Kurnianto berharap pesan-pesan kehidupan yang dituangkan dalam puisi dapat terus hidup dan menginspirasi pembacanya, khususnya generasi muda di Belitung.
“Saya ingin mendorong manusia untuk menyayangi alam, mencintai alam, dan mengikuti alam. Kalau itu dilakukan, hidup pasti lebih damai,” katanya.
Bedah Buku
Peluncuran buku dirangkai dengan bedah buku yang menghadirkan Basri Wahid, S.Pd dan Dra. Nurmariana sebagai pemateri, dengan Rizqi Amalia, S.Pd sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh peserta.
Dalam ulasannya, Basri Wahid menyampaikan bahwa dunia hukum kerap dipersepsikan sebagai dunia yang kaku, dipenuhi pasal-pasal dingin dan logika hitam-putih. Namun, melalui Puisi Sang Pengacara, Kurnianto Purnama menunjukkan sisi lain seorang advokat yang memiliki kepekaan kemanusiaan.
Menurutnya, buku yang diterbitkan oleh RM Books pada 2026 ini merupakan refleksi mendalam tentang hakikat hidup, tanggung jawab moral, serta dialektika manusia dengan lingkungannya. Kurnianto dinilai tidak sekadar merangkai kata, tetapi juga membawa pengalaman empirisnya sebagai pengacara ke dalam ruang kreatif sastra.
“Kurnianto Purnama telah berhasil meninggalkan “Segenggam Petuah” yang akan tetap relevan melintasi waktu, mengingatkan kita bahwa di atas segala hukum manusia, ada hukum nurani yang harus selalu dijaga,” ujar Basri.
[]

















Leave a Reply